Kenali Lebih Dekat Mengenai Cidera Hamstring

Kenali Lebih Dekat Mengenai Cidera Hamstring

Oleh : Aulia Khairunisa Asyahidah

Futsal merupakan olahraga yang terdiri dari 5 pemain dalam 1 tim dimana terdiri dari :

• Kiper yang tugasnya menjaga gawang dan uniknya dalam permainan futsal kiper bisa maju menyerang untuk mencetak gol.

• Anchor bertugas ganda yaitu sebagai pemain bertahan sekaligus pengatur serangan. Anchor harus kuat dalam penguasaan bola, dan memulai serangan.

• Flank atau sayap. Flank berjumlah dua orang. Berada di marjin kiri dan kanan lapangan, ia tak hanya bertugas menyerang, tapi jadi penghubung antara anchor dan pivot (pemain depan) yang punya kontrol bola sempurna dan kecepatan yang baik.

• Pivot atau pemain depan. Seorang pivot harus punya keseimbangan tubuh yang tinggi untuk bisa menghadapi sistem pertahanan tim lawan.

Dalam futsal, lima pemain di lapangan dituntut bisa bermain cepat dalam hal bertahan sekaligus menyerang. Komponen-komponen pada kebugaran jasmani harus dikuasi dengan baik oleh pemain fun games maupun profesional untuk mencegah terjadinya cidera dan bermain dengan baik. Komponen tersebut salah satunya adalah fleksibilitas.

Fleksibilitas merupakan kemampuan jaringan otot memanjang secara maksimal hingga mencapai lingkup gerak sendi penuh tanpa ada rasa nyeri. Kurang mobilitas dalam jangka waktu lama dan pemakaian kerja otot yang berlebihan akan mengakibatkan otot lelah dan menimbulkan pemendekan otot.

Kasus pemendekan otot sering terjadi akibat kecenderungan menghabiskan waktu dalam posisi tubuh statis, aktivitas yang tidak menentu dan jarang melakukan stretching.

Otot hamstring berperan dalam menimbulkan gerakan ekstensi hip, fleksi knee, dan membantu timbulnya gerakan internal maupun ekstrenal rotasi hip. Namun pada kondisi mengalami gangguan seperti pemendekan otot, hal tersebut akan mengganggu keseimbangan kerja otot lainnya.

Pemendekan otot hamstring yang secara tidak langsung mempengaruhi penurunan fleksibilitas, diperlukan suatu tindakan penguluran yang tepat untuk dapat mengembalikan ukuran panjang otot hamstring dan diharapkan pula mampu kembali mengembalikan fleksibilitasnya secara bertahap. Suatu bentuk latihan yang bersifat men-stretch jaringan atau otot yang mengalami tightness sering dikenal dengan istilah stretching.

Stretching bertujuan untuk meningkatkan pemanjangan jaringan lunak yang mengalami pemendekan baik karena patologis maupun non patologis yang dapat mengurangi lingkup gerak sendi normal, seperti adanya kontraktur, perleketan jaringan, jaringan parut yang mengarah pada otot, dan mobilitas di sekitar sendi.

Penambahan panjang otot secara drastis memerlukan adaptasi neurologi dalam jangka waktu tertentu agar panjang otot yang diinginkan tetap terjaga. Dimana dengan latihan rutin selama dua minggu akan dapat
meningkatkan koordinasi intermuskular antar grup otot. Kemudian pada minggu ke empat akan terjadi peningkatan intramuskular dan diikuti dengan peningkatan fleksibilitas jaringan.

Dalam hal ini Fisioterapi berperan penuh dalam mendampingi atlet dan olaragawan yang mengalami penurunan fleksibilitas otot hamstring agar mereka dapat kembali bermain dengan baik dilapangan. Pendampingan atau support dari Fisioterapi ini dapat dilakukan pada saat para atlet dan olahragawan sebelum mengalami cidera sebagai bentuk preventif, saat permainan, penyembuhan paska cidera sampai persiapan menuju pertandingan.

Source :

Irfan, M. dan Natalia. 2008. Beda Pengaruh Auto
Stretching Dengan Contract Relax And Stretching
Terhadap Penambahan Panjang Otot Hamstring.
[skripsi] Jakarta: Universitas Esa Unggul

Kisner, C. and Colby, L. A. 2007. Therapeutic Exer-
cise Foundations and Technique. Fifth Edition. USA:
F.A.Davis Company.

Wismanto. 2011. Pelatihan Metode Active Isolated
Stretching Lebih Efektif Daripada Contract Relax
Stretching Dalam Meningkatkan Fleksibilitas Otot
Hamstring. Jurnal Fisioterapi. Vol: 11

Artikel ini dipersembahkan oleh Physio Optimal.

Lost Password